Piala Asia menghadirkan polemik lagi. Kali ini negara calon tuan rumah Piala Dunia 2022, Qatar yang jadi sumber polemiknya. Federasi Sepak Bola Asia (AFC) telah mengkonfirmasi bahwa Asosiasi Sepak Bola Uni Emirat Arab telah mengajukan protes resmi kepada mereka mengenai kelayakan dua pemain Qatar - Almoez Ali dan Bassam Al Rawi yang merupakan bagian dari tim yang mengalahkan UEA di babak semifinal Piala Asia 2019.

Masalah ini diawali saat timnas Qatar berhasil menaklukkan timnas Eni Emirat Arab dengan skor 4-0. Kemenangan Timnas Qatar atas tuan rumah Uni Emirat Arab (UEA) di babak semifinal Piala Asia 2019 ini berbuntut panjang.

Sebab, federasi sepak bola Uni Emirat Arab (UEA) dikabarkan mengajukan laporan kepada AFC soal status naturalisasi dua pemain timnas Qatar di Piala Asia 2019 yang ternyata sudah konfirmasi oleh Federasi Sepak Bola Asia.

Juru bicara AFC dalam sebuah pernyataan kepada Gulf News mengatakan: “Konfederasi Sepak Bola Asia telah menerima protes dari Uni Emirat Arab tentang kelayakan dua pemain Qatar. Protes ini sekarang akan ditinjau sejalan dengan Peraturan AFC."

timnas-qatar-terancam-batal-tampil-di-final-piala-asia-2019-uea-laporan-2-pemain-qatar-ke-afc.jpg

Tapi bila melihat rekam jejak permainan Qatar di Piala Asia kali ini bisa dibilang mulus. Lolos ke 16 besar dengan status juara Grup E, Qatar menyingkirkan tim-tim besar pada babak gugur.

Kemudian Qatar memulangkan juara edisi 2007, Irak, pada babak 16 besar. Pada perempat final, Almoez Ali dkk. menyingkirkan tim tangguh Korea Selatan. Pada semifinal, giliran tuan rumah Uni Emirat Arab yang disikat.

Besar kemungkinan posisi Qatar yang sudah melaju ke babak final terancam batal. Karena ada indikasi kecurangan yang dilakukan oleh Qatar dan Eni Emirat Arab telah mengadukan hal tersebut ke federasi sepak bola Asia (AFC).

Dilansir dari bandarjudiqq, timnas Qatar diduga melakukan naturalisasi ilegal kepada dua pemain mereka, Bassam Al Rawi dan Almoez Ali.

Al Rawi merupakan pemain berdarah Irak, sementara Almoez Ali berasal dari Sudan.

Menurut media itu, kedua pemain tersebut tak mematuhi regulasi FIFA soal status kewarganegaraan pemain. Dimana dalam peraturan tersebut dikatakan bahwa seorang pemain bisa diberi kewarganegaraan jika tinggal di suatu negara minimal lima tahun berturut-turut setelah usianya menginjak 18 tahun.

Tapi bila Qatar berhasil lolos dari masalah ini, maka Qatar akan menantang Jepang yang berstatus tim dengan gelar terbanyak di Piala Asia (empat kali juara). Tetapi apa pun yang terjadi pada duel puncak Piala Asia 2019, Qatar menunjukkan mereka patut diwaspadai.